Ulasan SehatQ.com: Mengupas Seputar Morphine, Obat Untuk Nyeri Berat

Ulasan SehatQ.com: Mengupas Seputar Morphine, Obat Untuk Nyeri Berat

Morphine atau Morfina adalah obat yang biasa digunakan untuk meredakan rasa nyeri berat, seperti rasa sakit setelah operasi, nyeri akibat penyakit kanker, atau nyeri akibat penyakit jantung. Dalam penggunaannya pun tentunya memerlukan resep dokter dan tidak bisa dikonsumsi sembarangan. Untuk lebih mengenal tentang obat ini, simak ulasan berikut.

Mengupas Seputar Morfina

1. Deskripsi Obat

Morfina termasuk dalam golongan obat analgesik opioid yang biasa digunakan untuk menangani rasa nyeri yang hebat. Obat ini juga digunakan untuk mengatasi rasa nyeri jangka panjang yang tidak bisa lagi ditangani oleh obat penghilang rasa sakit lainnya. Penggunaannya pun diawasi dengan ketat untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan obat.

Efek yang akan anda rasakan ketika mengonsumi morfina adalah berkurangnya rasa sakit, hilangnya rasa lapar, dan dapat menekan batuk. Jika anda sedang dalam masa konsumsi obat ini dan akan melakukan perjalanan ke luar negeri, anda disarankan untuk meminta surat keterangan dari dokter. Hal ini guna menghindari perbedaan ketetapan di setiap negara tentang morfina.

2. Efek Samping Obat

Setiap obat yang anda konsumsi tentu memiliki efek samping, begitu juga dengan morphine. Ketika mengonsumi obat ini, anda sangat mungkin mengalami sakit perut. Untuk mengatasi hal tersebut, anda bisa mengompres perut menggunakan handuk yang hangat atau botol kaca yang berisi air panas dan rilekskan tubuh.

Efek samping lainnya adalah diare dan bisa anda atasi dengan banyak minum air putih atau minuman yang kaya elektrolit. Hindari konsumsi minuman yang mengandung alkohol dan kafein tinggi karena memiliki efek pencahar. Anda juga mungkin akan mengalami mual dan muntah, sehingga perlu menghindari makanan yang sulit untuk dicerna.

Selain efek di atas, anda juga bisa mengalami efek samping lainnya yang cukup mengganggu. Beberapa efek tersebut adalah penurunan tekanan darah, sembelit, pingsan, anemia, gangguan pada irama jantung, dan halusinasi. Untuk itu, penting bagi anda mengetahui info obat yang sedang dikonsumsi agar bisa mengantisipasi efek samping yang ada.

3. Perhatian Khusus

Morfina bukan termasuk jenis obat yang bisa dikonsumsi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, anda harus memberi tahu dokter terkait dengan beberapa riwayat penyakit yang pernah anda derita. Beberapa riwayat penyakit yang menjadi perhatian khusus adalah kekurangan jumlah darah dan cairan, kardiovaskular, gangguan saluran empedu, dan peradangan pankreas akut.

Penyakit lain yang perlu menjadi perhatian khusus juga adalah pembesaran prostat, kejang, gangguan tiroid, gangguan hati dan ginjal, kelemahan otot rangka, dan kondisi kesehatan mental, seperti cemas, depresi, dan stres pasca trauma. Bagi ibu hamil dan menyusui juga harus hati-hati dalam mengosumsi obat ini. Pastikan telah mengikuti petunjuk dokter dengan benar.

4. Cara Menyimpan

Selain efek samping apa yang dimiliki obat, anda juga harus memperhatikan info obat tentang bagaimana cara menyimpan yang benar. Hal ini bertujuan untuk menghindari kerusakan pada obat akibat penyimpanan yang tidak tepat. Sebab, obat yang sudah rusak tidak dapat dikonsumsi kembali.

Anda bisa menyimpan morfina di sebuah tempat dengan suhu antara 20 hingga 25 derajat celcius. Simpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung dan pastikan juga tempat yang anda pilih untuk menyimpan obat morfina dalam kondisi kering dan tidak lembab.

Ketika mengonsumsi obat, sebaiknya kenali juga info lengkap seputar obat tersebut. Biasanya, jenis obat yang diresepkan oleh dokter dan berdosis tinggi akan diberikan arahan langsung oleh dokter. Namun, untuk jenis obat ringan tanpa resep harus anda cari sendiri informasinya.

0 komentar:

Posting Komentar